Senin, 03 November 2014

24 Oktober 2014. 22.00

Ibarat saya dikasih banyak hadiah, namun ada satu dari hadiah yang saya tidak sukai.tanpa pikir panjang saya tidak suka (hadiah). Tidak peduli banyaknya hadiah yang saya sukai, tapi karna ada satu saja hadiah yang saya tidak sukai, saya lupa untuk "grateful". Kadang saya hanya melihat tidak dengan mata terbuka. Silau, cemburu itu silau. Saya bisa saja membuka lebar mata saya, walaupun saya tau itu sulit. Tapi seharusnya memang itu yang harus saya lakukan. Terkadang saya sudah tau apa yang terbaik yang harus saya lakukan, sudah tau bagaimana jalan untuk mencapainya, tapi tetap saja. Akal bisa aja kalah sama kegelisahan. Ha?memang gelisah tidak dengan akal?. Tidak, dia naluri.

Apalagi yang harus saya gelisahkan?. Apalagi yang kurang? . Tidak ada yang kurang. Semua cukup...terus? Saya hanya ingin 2 pihak yang berusaha, tidak merubah secara sepihak apapun itu. Saya juga tidak ingin dimengerti sendiri, saya juga tidak ingin sendiri bernikmat. Mengerti. Oh apalagi... Itu sudah konsekuensi. Mau dimengerti konsekuensinya ya hanya mengerti. Kalo tidak?wah anda riba (ketawa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar